Kebumen, Kilaskebumen.com – Senyum ceria tampak di wajah warga Desa Tambaharjo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, saat menggelar tasyakuran pembangunan jalan, Selasa (13/1/2026). Jalan penghubung antara Kecamatan Adimulyo dan Kecamatan Puring yang telah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan kini akhirnya rampung dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebagai ungkapan rasa syukur, warga Dukuh Karangduwur bersama Pemerintah Desa Tambaharjo menggelar tasyakuran dengan prosesi pemotongan tumpeng. Kegiatan tersebut menjadi wujud terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah merealisasikan aspirasi warga.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Tambaharjo, Ah Nur Ridwan, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang masyarakat. Jalan yang dibangun memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Jalan tersebut menjadi penghungung ke Desa Desa Sidomulyo Adimulyo dengan Desa Purwosari, Kecamatan Puring.
“Pada hari ini warga Desa Tambaharjo, khususnya Dukuh Karangduwur, mengadakan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT serta Pemerintah Daerah yang telah mengabulkan permohonan warga untuk pembangunan jalan K1. Jalan ini menghubungkan Desa Sidomulyo dengan Purwosari, Kecamatan Puring,” ujar Ridwan.
Ia berharap, dengan dibangunnya jalan tersebut, akses pendidikan, pertanian, dan perekonomian warga semakin lancar. Menurutnya, sebelumnya kondisi jalan yang rusak kerap menyulitkan aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang bersekolah.
“Jalan ini sangat strategis karena menghubungkan akses warga antara Kecamatan Adimulyo dan Kecamatan Puring. Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas warga akan semakin mudah dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Miftahudin, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan. Meski sempat beberapa kali diperbaiki, kerusakan kembali terjadi sehingga menghambat aktivitas warga.
“Dulu jalannya rusak parah, berlubang, bergelombang, dan kalau hujan banyak tergenang air sehingga sulit dilewati. Akses pendidikan, perdagangan, dan kegiatan lainnya jadi tersendat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan selesainya pembangunan jalan tersebut, warga dari dukuh-dukuh yang letaknya cukup jauh seperti Dukuh Gogolan dan Cangkringan kini dapat terhubung dengan lebih baik ke pasar maupun ke sekolah.
“Sekarang jalannya sudah bagus dan layak dilalui. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah karena jalan ini merupakan jalan poros utama yang setiap hari dilewati mayoritas masyarakat,” pungkas Miftahudin.
