Kebumen, Kilaskebumen.com – Kerajinan anyaman bambu menjadi salah satu potensi unggulan desa di wilayah Karajiwan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Mayoritas warga setempat telah menekuni usaha anyaman bambu secara turun-temurun, sehingga aktivitas tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di Dusun Karajiwan, serutan bambu tampak dijemur di depan rumah warga, menandakan geliat produksi kerajinan yang masih bertahan hingga kini. Dari bahan bambu sederhana, tangan-tangan terampil warga mampu menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.
Salah satu pengrajin, Suparyati (47), mengungkapkan bahwa dirinya mulai menekuni usaha anyaman bambu secara serius pascapandemi. Awalnya, ia hanya memproduksi anyaman bambu tradisional seperti kipas, tampah, dan besek. Namun seiring waktu dan mengikuti perkembangan pasar, produknya kini berkembang menjadi berbagai kreasi, di antaranya hiasan lampu, keranjang hampers, dan produk dekoratif lainnya.
“Kalau lebaran, yang paling laris itu keranjang hampers,” kata Suparyati.
Menurutnya, permintaan produk anyaman bambu tidak hanya datang dari wilayah lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Malang, Jakarta, hingga Bandung. Biasanya, pesanan keranjang hampers mulai meningkat sekitar satu bulan sebelum bulan Ramadan. Namun, pada tahun ini permintaan tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari luar daerah maupun lokal.
“Tahun kemarin itu sebelum puasa sudah ratusan bahkan hampir ribuan yang pesan keranjang model ini,” terangnya.
Ia mengakui adanya penurunan jumlah pesanan keranjang hampers dibandingkan tahun sebelumnya. Meski belum mengetahui secara pasti penyebabnya, Suparyati berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk mendorong penggunaan produk lokal.
“Misalnya pemerintah daerah itu mewajibkan kantor-kantornya menggunakan produk lokal seperti anyaman dari bambu,” tuturnya.
Dalam memenuhi permintaan pasar, Suparyati melibatkan warga sekitar, terutama ibu rumah tangga, untuk mengisi waktu luang di sela-sela aktivitas mengurus keluarga.
Khusus untuk keranjang hampers, satu pengrajin mampu memproduksi sekitar 5 hingga 10 keranjang per hari, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Harga keranjang hampers pun bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000 per buah.
Sementara itu, Kepala Dusun Karajiwan, Iqbal Marjianto, menyampaikan bahwa kerajinan anyaman bambu merupakan produk lokal khas Desa Jatimulyo. Berbagai pelatihan telah diikuti para pengrajin untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan produk, dari yang semula hanya besek dan kipas, kini menjadi produk-produk kreasi bernilai tambah.
“Dulu masih produk lokal. Sampai saat ini alhamdulillah sudah produk kreasi,” ungkapnya.
Pihak desa, lanjut Iqbal, terus mendorong dan memberikan dukungan kepada para pengrajin bambu agar mampu mengembangkan usaha, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jatimulyo.
