Kebumen, kilaskebumen.com – Sejumlah desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah hingga kini masih melestarikan tradisi Ambengan saat peringatan Isra Mi’raj.

Seperti warga Dusun Pesawahan, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung yang tampak sibuk menata berkat di halaman dan sejumlah ruangan SD Negeri Pesawahan, Jumat (16/1/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Rajaban atau peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Nurul Huda Pesawahan. Ratusan berkat yang telah disiapkan warga nantinya akan dibagikan kepada jamaah pengajian serta masyarakat setempat.

Tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun ini dikenal dengan sebutan ambengan, sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan warga.

Uniknya, berkat yang disiapkan tidak hanya dibungkus menggunakan kain, tetapi juga menggunakan keranjang dari anyaman bambu. Isi berkat disusun menjulang dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari setengah meter hingga lebih dari satu meter.

Isinya pun beragam, antara lain makanan ringan, minuman, kue kering, ingkung ayam, buah-buahan, rokok, dan berbagai sajian lainnya.

Kepala Dusun Pesawahan sekaligus Ketua Panitia, Ahmad Andi Ratmono, mengatakan bahwa tradisi ambengan selalu digelar setiap bulan Rajab bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Ambengan itu bentuk rasa syukur masyarakat kami. Untuk mengucapkan rasa syukur, warga membuat ambengan dengan berbagai macam isi,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada pelaksanaan tahun ini terdapat lebih dari 800 berkat yang dibuat oleh warga setempat. Berkat tersebut sebagian dibagikan secara perorangan sebagai sarana mempererat silaturahmi, dan sebagian besar dibagikan kepada jamaah pengajian serta warga yang hadir.

“Harapannya ke depan, karena ini sudah turun-temurun sejak dulu, tradisi ambengan bisa terus berlanjut dan dilestarikan untuk anak cucu kita,” terangnya.

Melalui tradisi ambengan, warga Pesawahan tidak hanya memperingati peristiwa keagamaan, tetapi juga menjaga nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *