Kebumen, Kilaskebumen.com — Manfaat keberadaan Jembatan Presisi yang menghubungkan Desa Jlegiwinangun dan Korowelang, Kecamatan Kutowinangun, sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Setelah diresmikan akhir Desember 2025, jembatan tersebut kini menjadi akses utama yang mempercepat mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah.

Sejumlah warga menyebut waktu tempuh menuju sekolah, ke sejumlah titik, dan lokasi kerja menjadi lebih singkat dibanding sebelumnya. Jembatan yang dahulu rapuh dan kerap dikhawatirkan membahayakan pengguna kini berubah menjadi infrastruktur yang aman dan kokoh.

Kepala Desa Jlegiwinangun, Ruri Saharani, mengatakan keberadaan jembatan baru memberi dampak signifikan bagi aktivitas harian masyarakat. Anak-anak sekolah tidak lagi harus memutar jauh atau berjalan dengan rasa waswas saat melintasi jembatan lama.

“Sekarang anak-anak lebih cepat berangkat ke sekolah dan orang tua juga lebih tenang. Aktivitas warga jadi lebih efisien karena waktu tempuh bisa dipersingkat,” kata Ruri, Jumat, 16 Januari 2026.

Ia menambahkan, jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter itu juga mendukung pergerakan ekonomi desa. Akses jalan yang sudah diaspal hingga ke jembatan memudahkan distribusi hasil pertanian serta membuka peluang pengembangan usaha dan pariwisata lokal.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Presisi merupakan wujud kehadiran Polri dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya keselamatan dan kelancaran mobilitas.

“Jembatan ini dibangun agar benar-benar memberi manfaat langsung. Kami bersyukur masyarakat merasakan dampaknya, mulai dari anak-anak sekolah hingga pelaku usaha,” ujar AKBP I Putu Bagus.

Ia menegaskan, keberlanjutan manfaat jembatan tersebut sangat bergantung pada kepedulian bersama. Karena itu, Kapolres mengajak warga untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Jembatan Presisi Jlegiwinangun–Korowelang merupakan bagian dari program prioritas Polri dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di daerah. Sejak difungsikan, jembatan itu menjadi urat nadi baru penghubung antardesa yang lebih aman, efisien, dan representatif bagi kebutuhan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *