KEBUMEN, Kilaskebumen.com – Musim penghujan membawa berkah bagi pengrajin jas hujan asal Kabupaten Kebumen, Mufti Hadiqul Fuadi (34). Selama curah hujan tinggi, permintaan jas hujan produksi rumahan yang dikelolanya mengalami peningkatan signifikan.

Mufti merupakan salah satu pelaku usaha produksi jas hujan di Desa Bojong, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Usaha tersebut telah dirintisnya sejak tiga tahun lalu dan terus berkembang hingga kini.

“Awalnya saya jualan online sebagai reseller, kemudian mencoba memproduksi sendiri,” kata Mufti saat ditemui, Rabu (14/1/2026).

Ia mengungkapkan, permintaan pasar meningkat tajam selama musim penghujan dibandingkan dengan kondisi normal. Untuk memenuhi lonjakan pesanan, Mufti bahkan menambah jumlah pekerja dan meningkatkan kapasitas produksi.

Dalam proses produksi, Mufti mengutamakan pemberdayaan warga sekitar. Seiring meningkatnya permintaan, tenaga kerja yang dilibatkan tidak hanya berasal dari desanya, tetapi juga dari desa lain hingga kecamatan sekitar.

“Kalau musim hujan kita target produksi 1.000 pcs. Sedangkan saat musim panas paling hanya 50 sampai 100 pcs,” terangnya.

Mufti menuturkan, pemasaran jas hujan sebagian besar dilakukan secara online sehingga jangkauan konsumennya meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Meski ada beberapa agen yang melakukan pemesanan dalam jumlah besar, saat ini kapasitas produksi belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh permintaan tersebut.

“Alhamdulillah, customer kami tersebar di seluruh Indonesia karena pemasaran online,” ujarnya.

Ke depan, Mufti juga berencana mengembangkan usahanya dengan menyasar pasar ekspor. Adapun jenis jas hujan yang diproduksi cukup beragam, mulai dari jas hujan anak hingga dewasa, baik model satu set pakaian maupun ponco. Harga jual jas hujan tersebut berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu per potong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *