Kebumen, Kilaskebumen.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan 61 sarana prasarana (sarpras) pendidikan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Peresmian dilakukan secara simbolis di SD Negeri 2 Jatisari Kebumen, Senin (26/1/2026).
Dari 61 sarpras yang diresmikan, diantaranya merupakan revitalisasi perpustakaan dan toilet sekolah di SD Negeri 2 Jatisari. Ini sebagai bagian dari program besar peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Kebumen.
Usai peresmian, Abdul Mu’ti didampingi Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, serta rombongan meninjau langsung kondisi perpustakaan yang telah dibangun kembali tersebut.
Dalam sambutannya, Mendikbud Abdul Mu’ti mengatakan bahwa pelaksanaan revitalisasi berjalan tepat waktu, sesuai sasaran, dan transparan berdasarkan hasil monitoring tim nasional, termasuk evaluasi di Kabupaten Kebumen.
Menurutnya, program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik sarpras, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong perputaran ekonomi di masyarakat setempat.
“Pelaksanaan revitalisasi ini berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan transparan. Program ini bukan sekadar pembangunan gedung tapi juga mendorong tenaga kerja lokal dan ekonomi masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.
Program revitalisasi sendiri menyasar 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Untuk Kabupaten Kebumen, terdapat 61 titik revitalisasi sarpras satuan pendidikan dengan total bantuan senilai Rp31,8 miliar.
Menurut Mendikbud, terdapat alokasi anggaran nasional sebesar lebih dari Rp14 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan target sekitar 11.700 satuan pendidikan negeri maupun swasta pada tahun ini.
“Saat ini proses verifikasi dan validasi tengah berjalan. InsyaAllah, setelah lolos verval, pelaksanaan fisik bisa dilaksanakan pada Februari atau Maret mendatang,” terangnya.
Lebih lanjut, Mendikbud menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, terdapat penambahan titik revitalisasi yang direncanakan mencapai lebih dari 60 ribu satuan pendidikan, dan saat ini masih dalam proses pengajuan anggaran.
Dengan demikian, dirinya berharap bahwa pada tahun 2026 program ini bisa menjangkau lebih dari 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Program ini, menurutnya, diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan kualitas layanan pendidikan di sekolah-sekolah penerima bantuan.
Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas program revitalisasi tersebut. Ia mengatakan bahwa keberadaan sarpras yang nyaman, aman, dan layak sangat berdampak pada suasana belajar siswa.
“Bantuan ini memberi dampak nyata terhadap suasana belajar anak-anak di Kebumen,” ujar Bupati Lilis Nuryani.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen memprioritaskan pendidikan sehingga anak-anak di daerah ini memiliki kesempatan yang lebih baik untuk masa depan.
Kepala SDN 2 Jatisari Kabupaten Kebumen, Musiyati, turut menyampaikan rasa syukur atas revitalisasi perpustakaan di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan literasi kini dapat pulih kembali setelah ruang perpustakaan yang semula mengalami kerusakan parah berhasil diperbaiki.
Sebelumnya, kondisi ruang perpustakaan di SDN 2 Jatisari sangat memprihatinkan, dengan atap melengkung, plavon yang hampir roboh, dan lantai amblas. Akibatnya, rak buku dan koleksi dipindahkan sementara ke ruang kelas karena bangunan perpustakaan sudah tidak layak pakai sejak 2016 lalu.
“Anak-anak kini lebih semangat berkunjung ke perpustakaan,” ujar Musiyati.
Ia menambahkan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi juga membangun semangat belajar dan budaya literasi di kalangan siswa.
Selain ruang perpustakaan, pembangunan sarana lain seperti toilet ramah disabilitas juga dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan nyaman.
