Kebumen, Kilaskebumen.com – Proses evakuasi seorang laki-laki yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, berujung insiden tragis pada Senin (2/2/2026). Seorang anggota Satpol PP Kabupaten Kebumen dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI-Polri, serta petugas puskesmas mendatangi rumah pria tersebut untuk melakukan evakuasi. Langkah itu diambil setelah adanya kekhawatiran dari pihak desa karena yang bersangkutan disebut kerap membawa senjata tajam.
Dari video yang beredar di media sosial, sejumlah petugas tampak berupaya membujuk pria tersebut agar melepaskan sabit dan linggis yang dibawanya. Namun, upaya persuasif itu tidak berhasil. Pria tersebut kemudian keluar rumah sambil masih memegang benda tajam.
Situasi menjadi tegang ketika beberapa petugas mencoba melucuti senjata yang dibawa. Dalam insiden itu, seorang anggota Satpol PP Kebumen, Mochamad Faik, mengalami luka serius pada bagian tangan dan leher setelah diduga terkena sabetan senjata tajam. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Kasatreskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pria yang diduga ODGJ itu tinggal bersama ibunya, dan evakuasi awalnya merupakan agenda pemerintah desa yang melibatkan berbagai unsur.
“Karena yang bersangkutan dilaporkan sering membawa senjata tajam, maka dimintakan bantuan pengamanan. Saat penanganan itulah terjadi insiden, di mana sabit atau arit yang dibawa diduga dipukulkan hingga melukai anggota Satpol PP,” ujar AKP Dwi, Selasa (3/2/2026).
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen menemukan bercak darah di jalan depan rumah serta di pondasi halaman rumah. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu bilah sabit, satu bilah pisau daging, dan satu bilah linggis.
Setelah kejadian, pria tersebut berhasil diamankan dan dirujuk ke RSUD Prembun untuk menjalani observasi medis lebih lanjut. Menurut polisi, yang bersangkutan sebelumnya juga tercatat beberapa kali menjadi pasien di puskesmas setempat.
AKP Dwi menegaskan, kepolisian akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan peristiwa ini, termasuk aspek medis dan keselamatan petugas di lapangan.
