Kebumen, Kilaskebumen.com – Sebanyak 1.777 calon jamaah haji Kabupaten Kebumen mengikuti Bimbingan Manasik Haji tingkat kabupaten tahun 1447 H/2026 M di Hotel Candisari, Karanganyar, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Pembukaan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan. Hadir antara lain Ketua MUI Kabupaten Kebumen K.H. Nursodik, Ketua PCNU, dan PDM Kabupaten Kebumen. Sambutan Bupati Kebumen Lilis Nuryani disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Mukhsinul Mubarak.

Manasik digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kebumen sebagai upaya pembekalan calon jamaah. Materi mencakup rukun, wajib, sunnah, serta praktik ibadah. Tujuannya membangun kesiapan ilmu, mental, dan fisik.

Pelaksana harian Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kebumen Nurul Khayati menegaskan pentingnya manasik. Ia meminta peserta mengikuti setiap sesi secara serius, mencatat poin utama, dan aktif berdiskusi. Bekal ilmu dinilai mampu meningkatkan ketenangan serta membantu jamaah fokus beribadah.

Dijelaskan Nurul, peserta berasal dari seluruh kecamatan. Kecamatan Kebumen menjadi penyumbang terbanyak dengan 325 jamaah, disusul Buluspesantren 125 jamaah. Kecamatan Sadang mencatat jumlah paling sedikit, yaitu tiga jamaah.

Data profil menunjukkan jamaah laki-laki berjumlah 865 orang, sedangkan perempuan 904 orang. Jamaah tertua, Ratmi, berusia 91 tahun berasal dari Kecamatan Padureso. Jamaah termuda, Yulfah Amini, berusia 23 tahun dari Kecamatan Adimulyo.

Dalam sambutan yang dibacakan Mukhsinul Mubarak, bupati menegaskan haji merupakan panggilan Allah sekaligus perjalanan spiritual mendalam. Ibadah ini mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, serta keikhlasan. Rangkaian ibadah padat dan cuaca ekstrem menuntut kesiapan matang. Karena itu, manasik menjadi langkah strategis.

Calon jamaah diminta menjaga kesehatan sejak awal. Pola makan perlu diatur, istirahat cukup, dan kebersamaan harus dijaga. Solidaritas antarjamaah menjadi kunci menghadapi tantangan selama di Tanah Suci.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen meningkatkan pelayanan. Tahun ini penyelenggaraan haji berada di bawah kementerian baru. Hal ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola, mempercepat informasi, serta meningkatkan kenyamanan jamaah.

Bupati berpesan agar calon haji menjaga sikap santun, tertib, dan saling menghormati. Jamaah dinilai membawa nama baik daerah. Ia juga berharap seluruh peserta memanfaatkan setiap kesempatan ibadah dengan niat tulus.

Manasik diharapkan menjadi bekal penting. Dengan persiapan matang, jamaah asal Kebumen diharapkan menjalankan ibadah secara lancar, khusyuk, serta kembali sebagai haji mabrur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *