Kebumen, Kilaskebumen.com – Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menghadiri kegiatan Symposium Summer School bertema Digital Innovation Towards the Achievement of Collaborative Sustainable Development Goals (SDGs) yang digelar di Auditorium Kampus Geologi Lukulo Karangsambung, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekda Kebumen Sri Kuntarti, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida/Bappeda) Kabupaten Kebumen Bahrun Munawir, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar, serta Camat Karangsambung Siti Nuriatun Faoziyah, S.Ag., M.Si.
Turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian UNS Dudy Darmawan Wijaya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS Didik Gunawan Suharto, serta sejumlah panelis dari dalam dan luar negeri.
Para panelis tersebut di antaranya Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Prof. Hiroki Kasamatsu dari Universitas Ehime Jepang, Dr. Nur Hafizah Binti Yusof dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Dr. Latifah Binti Abdul Latib dari Universitas Putra Malaysia, Insinyur Alfend Rudyawan dari Institut Teknologi Bandung, Ella Ubaidi, dan Rino Ardian Nugroho dari Universitas Sebelas Maret.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena Kebumen menjadi tuan rumah kegiatan internasional yang diikuti mahasiswa dari berbagai negara.
“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan mahasiswa dari berbagai mancanegara berkat kerja sama antara Universitas Sebelas Maret dan Universitas Putra Bangsa Kebumen,” ujar Bupati.
Ia mengaku senang karena Kabupaten Kebumen dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan symposium internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional.
“Kebumen memiliki kekayaan geologi yang bernilai tinggi. Kawasan Karangsambung, pantai karst di Ayah, dan bentang alam lainnya kini menjadi bagian dari Kebumen UNESCO Global Geopark,” jelasnya.
Bupati menegaskan bahwa keberadaan geopark merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Bagi kami, ini adalah amanah yang harus dijaga, dikelola dengan arah yang jelas, dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Dalam konteks symposium ini, kami menempatkan geopark sebagai ruang belajar bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor UNS Prof. Irwan Trinugroho menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen dan Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Bupati Kebumen dan UPB Kebumen yang telah bekerja sama mengadakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Ia berharap symposium ini mampu memperkenalkan Kabupaten Kebumen di tingkat internasional, sekaligus menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang ke Kebumen.
“Harapannya bisa memperkenalkan Kabupaten Kebumen di tingkat internasional karena ada mahasiswa luar negeri. Saya juga ingin wisatawan-wisatawan luar negeri datang ke Kebumen,” katanya.
Menurut Prof. Irwan, kegiatan Summer School biasanya dilaksanakan di Kota Solo, namun kali ini dipusatkan di Kebumen sebagai bentuk pengenalan potensi daerah.
“Acara seperti ini biasa digelar di Solo, tapi kali ini digelar di Kebumen,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan symposium meliputi diskusi ilmiah, community visit, hingga kunjungan ke sejumlah destinasi wisata dan lokasi geopark di Kebumen. Selain itu, hasil kegiatan nantinya akan dituangkan dalam rekomendasi dan kajian ilmiah untuk masyarakat Kebumen.
“Kami juga akan menuliskan kajian ilmiah terkait symposium ini sebagai bentuk kontribusi akademik bagi pengembangan Kebumen,” pungkasnya.
