KEBUMEN, Kilaskebumen.com — Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mendekatkan akses terhadap layanan keuangan yang aman.

Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Seminar Penguatan Ekosistem Literasi dan Inklusi Keuangan yang mendorong pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan, dunia pendidikan, dan lembaga jasa keuangan dalam membangun masyarakat yang semakin cakap secara finansial.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Insan Perintis Keuangan Kebumen, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kebumen, PT Pegadaian Kebumen dan Ikatan Pustakawan Indonesia Kebumen pada Hari Kamis, 15 Oktober 2026, membidik 56 kepala sekolah dan 56 pustakawan SMP.

Kegiatan yg dilaksanakan di Teater Besar Disarpus Kebumen, menegaskan bahwa literasi keuangan tidak cukup berhenti pada pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam kebiasaan dan pengambilan keputusan keuangan yang bijak.

“Insan Perintis Keuangan Kebumen terus berkomitmen melaksanakan edukasi dan meningkatkan inklusi keuangan dengan menggandeng berbagai pihak. Hari ini kami menghadirkan narasumber dari OJK Jawa Tengah dan PT Pegadaian Kebumen, untuk memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan,” ujar Siska Wulandari

Masyarakat, khususnya warga sekolah perlu dibekali pemahaman yang memadai agar mampu mengenali berbagai produk dan layanan keuangan, memahami manfaat serta risikonya, dan terhindar dari praktik keuangan yang merugikan.

Dalam dunia pendidikan, penguatan literasi dan inklusi keuangan memiliki peran strategis. Sekolah bukan hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang untuk membangun kecakapan hidup, termasuk kemampuan mengelola keuangan sejak dini.

Pustakawan dan tenaga pendidik dapat mengambil peran sebagai penggerak edukasi yang menjembatani informasi keuangan dengan kebutuhan peserta didik.

Insan Perintis Keuangan Kabupaten Kebumen memandang bahwa perluasan akses layanan keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah mendekatkan layanan keuangan formal ke lingkungan pendidikan melalui kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan dalam hal ini PT Pegadaian Kebumen.

Melalui pendekatan tersebut, edukasi keuangan diharapkan tidak hanya mengenalkan masyarakat pada kegiatan menabung, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pengelolaan keuangan, perlindungan konsumen, pemanfaatan layanan keuangan secara bijak, serta pengenalan berbagai produk keuangan sesuai kebutuhan dan profil risiko.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, penguatan literasi dan inklusi keuangan bukan semata-mata tentang memperluas penggunaan produk keuangan, melainkan memastikan masyarakat memiliki pengetahuan, akses, dan kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan secara tepat. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan layanan Keuangan secara aman, bertanggung jawab, dan mendukung kesejahteraan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *