KEBUMEN, Kilaskebumen.com — Persoalan pekerja migran, mulai dari edukasi migrasi aman, perlindungan, hingga pemberdayaan ekonomi purna pekerja migran, didorong agar masuk dalam agenda pembangunan Kabupaten Kebumen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat keterlibatan kader Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab).
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Desbumi untuk Terlibat dalam Musrenbangkab yang digelar Migrant CARE di Hotel Mexolie Kebumen, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini diikuti 35 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah desa, anggota Desbumi, dan staf Migrant CARE.
Koordinator Migrant CARE Kebumen, Syaipul Anas, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader Desbumi mengenai sistem perencanaan pembangunan dan mekanisme Musrenbangkab di Kabupaten Kebumen.
Selain itu, kader didorong agar mampu mengidentifikasi persoalan pekerja migran, merumuskan usulan pembangunan yang sesuai kebutuhan, serta mengawal aspirasi agar dipertimbangkan dalam penentuan prioritas pembangunan daerah.
Menurut Syaipul, kebutuhan pekerja migran tidak hanya berkaitan dengan proses keberangkatan dan perlindungan selama bekerja di luar negeri. Perhatian juga diperlukan bagi purna pekerja migran dan keluarga yang ditinggalkan, termasuk melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan akses informasi.
Musrenbang menjadi salah satu jalur yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan kebutuhan tersebut, baik melalui forum perencanaan di tingkat desa maupun kabupaten.
Karena itu, keterlibatan Desbumi dinilai penting agar persoalan pekerja migran tidak berhenti sebagai keluhan masyarakat, tetapi dapat dirumuskan menjadi usulan program yang masuk dalam proses perencanaan pembangunan.
Bapperida Apresiasi Keterlibatan Kader Desbumi
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kebumen, Krima Karmila, mengapresiasi kegiatan yang dinilai membuka wawasan dan meningkatkan literasi perencanaan pembangunan bagi purna pekerja migran melalui komunitas Desbumi.
Ia menilai keterlibatan anggota Desbumi bersama perangkat desa dalam diskusi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami jalur penyampaian aspirasi pembangunan.
“Menaruh apresiasi yang luar biasa kepada Migrant CARE, ini salah satu forum dan media membuka wawasan dan literasi tentang perencanaan pembangunan kepada purna migran melalui Desbumi,” ujarnya.
Menurut Krima, masyarakat perlu memahami tahapan perencanaan pembangunan, mulai dari Musrenbang desa, kecamatan, hingga kabupaten. Dengan pemahaman tersebut, aspirasi yang muncul di masyarakat diharapkan dapat disampaikan melalui mekanisme yang tersedia.
Ia juga menilai purna pekerja migran di Kebumen perlu mendapat perhatian melalui program pemberdayaan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan.
“Jadi ternyata purna migran di Kabupaten Kebumen ini memang perlu diberdayakan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan, mengentaskan kemiskinan sehingga Kebumen lebih baik dan berdaya,” katanya.
Peran Organisasi Penting dalam Perlindungan Pekerja Migran
Krima turut mengapresiasi peran Migrant CARE dalam mendampingi pekerja migran dan keluarganya. Menurutnya, komunikasi dengan pemerintah daerah, instansi berwenang, pemerintah pusat, serta berbagai asosiasi menjadi bagian penting dalam upaya memberikan perlindungan.
Ia menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan pekerja migran. Dukungan organisasi masyarakat dan lembaga yang memiliki perhatian khusus terhadap isu tersebut diperlukan agar pendampingan dapat menjangkau kebutuhan yang lebih spesifik.
Krima mencontohkan penanganan pemulangan pekerja migran yang menghadapi masalah di Kamboja. Dalam proses tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani turut terlibat dan berdiskusi dengan Migrant CARE.
Menurutnya, kolaborasi semacam itu menunjukkan pentingnya komunikasi dan kerja bersama antara pemerintah dengan organisasi pendamping dalam merespons persoalan pekerja migran.
Melalui peningkatan kapasitas kader Desbumi, Migrant CARE berharap komunitas semakin mampu menyampaikan kebutuhan pekerja migran, purna pekerja migran, dan keluarganya dalam forum perencanaan pembangunan.
Dengan demikian, isu migrasi aman, perlindungan, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan keluarga pekerja migran diharapkan memperoleh perhatian lebih besar dalam penyusunan program pembangunan Kabupaten Kebumen.
