Kebumen, Kilaskebumen.Com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Panjer, Kabupaten Kebumen, menggelar panen raya ikan gurame hasil budidaya mandiri pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini merupakan implementasi dari program Patriot Ketahanan Pangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Kebumen Ahmad Amin Mustofa, Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Dapil I, Keyko Hessi Miss’ida, serta pengurus dan anggota Ansor Ranting Panjer.

Ketua Ansor Ranting Panjer, Muhammad Solihin, mengatakan bahwa program budidaya ikan gurame ini dilakukan secara swadaya oleh anggota sejak Januari 2025.

“Ini merupakan program Patriot Ketahanan Pangan, dan kami dari Ansor Ranting Panjer memilih budidaya ikan gurame. Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat memuaskan,” ujar Solihin.

Pada kolam berukuran 12 x 8 meter tersebut ditebar sebanyak 1.000 ekor bibit ikan gurame. Setelah dipelihara selama sekitar 11 bulan, ikan gurame dipanen dengan bobot rata-rata sekitar 7 ons per ekor.

Adapun total hasil panen diperkirakan mencapai 5–6 kuintal. Ikan gurame tersebut dijual dengan harga Rp50.000 per kilogram, dan hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan Ansor Ranting Panjer.

“Karena ini merupakan program ranting untuk kemandirian ekonomi Ansor, maka hasilnya digunakan untuk kebutuhan kegiatan Ansor di Ranting Panjer,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kebumen, Ahmad Amin Mustofa, mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan Ansor Ranting Panjer dalam menjalankan gerakan Patriot Ketahanan Pangan yang digagas oleh Pimpinan Pusat GP Ansor.

“Ini adalah bagian dari langkah konkret yang pernah dicanangkan oleh pimpinan pusat saat Apel Patriot Ketahanan Pangan di Banyumas beberapa waktu lalu,” jelas Amin.

Ia menambahkan, di Kabupaten Kebumen sendiri program Patriot Ketahanan Pangan telah dijalankan oleh PAC hingga tingkat ranting dengan berbagai bentuk, disesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal masing-masing wilayah.

“Mulai dari budidaya perikanan, pertanian, hingga peternakan. Ada yang fokus pada gurame, lele, pertanian, maupun peternakan,” imbuhnya.

Amin berharap program tersebut mampu mendorong kemandirian ekonomi kader Ansor, sehingga tidak lagi bergantung pada satu atau dua sumber pendanaan.

“Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh wilayah, agar roda perputaran ekonomi kader dapat berjalan lebih baik dan mampu menopang keberlangsungan organisasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *