Kebumen, Kilaskebumen.Com – Perangkat desa dan warga swadaya untuk membeli tanah guna lokasi pembangunan gerai pergudangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tirtomoyo Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen.
Sesuai aturan, lahan yang harus disiapkan untuk lokasi gerai dan pergudangan KDMP minimal 1.000 meter persegi. Sedangkan desa sama sekali tidak memiliki tanah desa seluas itu.
Kades Tirtomoyo, Najam menyampaikan, pengadaan lahan secara swadaya tersebut telah disepakati dalam musyawarah desa sekaligus dibentuk Tim Panitia Pembebasan Tanah Hibah. Dalam musdes tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, warga, perangkat desa, BPD serta pemilih lahan.
Dia menceritakan, lahan tersebut merupakan milik warga desa yang kini telah menetap di Jakarta. Lahan tersebut luasnya 6.020 meter persegi.
“Harganya Rp 600 juta tapi karena untuk kepentingan desa akhirnya ditawar disepakati menjadi Rp 400 juta,” kata Najam, Senin (5/1/2026).
Lanjutnya, sertifikat lahan tersebut nantinya akan dibalik nama atas nama desa sehingga menjadi aset desa. Sesuai kesepakatan pemilik lahan, terang Najam, pembayaran tanah tersebut harus selesai dalam kurun waktu setahun.
“Sudah DP (uang muka) Rp 40 juta, pinjam dari BUMDesma. Nanti kalau uang sudah terkumpul Rp 40 juta akan dilunasi,” terangnya.
Dia menuturkan, dana swadaya jariyah dari warga kini telah terkumpul sebesar Rp 17,9 juta. Ada 670 KK warga di Desa Tirtomoyo. Najam menegaskan bahwa pemdes dan lembaga tidak terlibat dalam pengadaan tanah tersebut mengingat telah dibentuk Panitia Pembebasan Tanah Hibah dari warga langsung dan telah diatur dalam peraturan desa serta telah diterbitkan Surat Keputusan (SK).
Dia menjelaskan, uang swadaya warga langsung masuk ke dalam rekening panitia. Pihak desa nantinya juga akan menawarkan kegiatan tersebut kepada para perantau yang ingin turut berkontribusi.
Pembangunan gerai pergudangan KDMP direncanakan dimulai pada bulan depan. Dia menambahkan, lahan tersisa akan digunakan untuk pembangunan fasilitas lain kedepannya seperti PAUD, sekretariat BPD, karangtaruna, PKK hingga GOR.
