Kebumen, Kilaskebumen.com – Sebanyak 100 penari memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 SMK Negeri 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Rabu (7/1/2026). Para penari merupakan siswa kelas X dan XI yang telah menjalani latihan intensif selama hampir dua bulan.
Dalam penampilannya, para siswi menarikan tari kolosal berdurasi sekitar 10 menit yang memadukan berbagai tarian khas daerah, seperti Tari Buta, Tari Ombak, Tari Gunungan, Tari Lampor, dan Tari Lawet. Penampilan tersebut semakin memukau dengan balutan busana yang menyerupai penari profesional.
Selain tari kolosal, rangkaian perayaan HUT juga diisi dengan beragam pertunjukan seni dan kreativitas siswa. Setiap kelas menampilkan pameran hasil produksi dan karya kreatif siswa. Bahkan, terdapat mini bioskop yang digagas oleh siswa-siswi ekstrakurikuler jurnalistik.
Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa peringatan hari jadi sekolah tahun ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan dalam Asa, Mengukir Karya, dan Melestarikan Budaya.” Kegiatan perayaan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 Januari 2026.
“Ini merupakan salah satu wujud tema kami, yaitu melestarikan budaya melalui penampilan tari kolosal yang melibatkan siswa sebagai penari. Hal ini menjadi bentuk kecintaan kami terhadap kebudayaan Kabupaten Kebumen,” ujar Sehat.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT diprakarsai oleh pengurus OSIS bersama guru. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan pada hari pertama, dilanjutkan jalan sehat pada hari kedua.
“Pada hari ketiga dan keempat dilaksanakan pentas seni dan bazar yang juga mengundang wali siswa untuk hadir menyaksikan. Sementara di hari kelima akan digelar workshop role model yang diisi oleh Ikatan Keluarga Besar Alumni Sekolah (IKBAS) sebagai sumber motivasi dan contoh nyata bagi siswa,” jelasnya.
Sehat berharap, di usia ke-58 ini SMK Negeri 1 Karanganyar semakin matang dan mampu mewujudkan cita-cita bersama.
“Usia lima delapan ini kami maknai sebagai mapan, untuk bersama-sama menggapai sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan,” tambahnya.
Salah satu siswi yang terlibat dalam tari kolosal, Silfina Aqueeno, mengaku dirinya bersama 100 penari lainnya telah berlatih hampir dua bulan untuk mempersiapkan penampilan tersebut.
“Gerakannya sebenarnya tidak terlalu sulit, tapi karena jumlah penarinya banyak, saat latihan jadi agak susah untuk kompak,” katanya.
Menurut Silfina, tantangan terbesar adalah membangun kekompakan karena para penari berasal dari kelas yang berbeda-beda. Namun demikian, seluruh penari tetap optimistis dapat memberikan penampilan terbaik pada perayaan ulang tahun sekolah.
“Komunikasinya juga cukup menantang karena beda kelas, tapi akhirnya bisa teratasi dan kami senang bisa tampil bersama,” pungkasnya.
