Kebumen, Kilaskebumen.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen memberikan pendampingan terhadap seorang anak dalam perlindungan berinisial AW (7), warga Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen.

Pendampingan dilakukan menyusul peristiwa meninggalnya ibu dan adik korban yang ditemukan tewas gantung diri di rumah mereka.
Saat ini, AW diasuh oleh paman dan bibinya setelah sang ibu berinisial AA (44) dan adiknya AT (5) ditemukan meninggal dunia dengan seutas tali di kediamannya pada Selasa malam, 6 Januari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian tersebut, AW sempat diajak oleh ibunya untuk melakukan hal serupa. Namun, korban menolak dan memilih berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri serta memberitahukan kejadian tersebut kepada pamannya.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh faktor ekonomi serta kondisi keluarga, di mana suami korban diketahui merantau selama dua tahun terakhir tanpa kabar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kebumen, Arumi Dwi Lestari, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya pendampingan terhadap anak dalam perlindungan tersebut.

“Assessment sudah kami lakukan untuk mengetahui kebutuhan anak. Pendampingan psikologis juga dilakukan secara berkala dan bertahap,” kata Arumi saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kebumen, Selasa (13/1/2026).

Selain pendampingan psikologis, UPTD PPA juga berupaya memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemeriksaan psikiatri. Pihaknya turut melakukan koordinasi lintas sektoral guna mendukung proses pemulihan korban.

“Pendampingan ini dilakukan untuk mendukung anak dan keluarganya agar dapat menerima keadaan serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan normal dan sehat,” ujar Arumi.

Terkait durasi pendampingan, Arumi menjelaskan bahwa hal tersebut bergantung pada kondisi psikologis anak. Pendampingan akan terus dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan.

“Lingkungan saat ini cukup mendukung untuk pemulihan kondisi anak. Kami juga melakukan pendampingan kepada keluarga, karena kami khawatir jika anak menghadapi situasi ini tanpa dukungan yang memadai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *