KEBUMEN, Kilaskebumen.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kebumen menyatakan kesiapan untuk turut ambil bagian dalam pengembangan geopark di Kabupaten Kebumen yang telah meraih penghargaan UNESCO Global Geopark. Sebagai salah satu elemen masyarakat, Ansor menilai penting untuk berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan potensi geopark tersebut.
Sebagai langkah awal, jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kebumen mengikuti kegiatan Ngaji Geopark yang digelar di Kampus Geologi Luk Ulo Karangsambung, Jumat (16/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian rapat pleno tahunan PC GP Ansor Kebumen.
Ketua GP Ansor Kebumen, Ahmad Amin Mustofa, mengatakan rapat pleno kali ini membahas sejumlah agenda strategis, salah satunya Ngaji Geopark. Menurutnya, pemahaman mengenai geopark menjadi penting setelah Kebumen resmi mendapat pengakuan dari UNESCO.
“Pertama kita Ngaji Geopark karena Kebumen mendapatkan penghargaan dari UNESCO. Maka sudah menjadi kewajiban Ansor sebagai bagian elemen masyarakat untuk mengetahui tentang itu dan peran apa yang bisa dilakukan teman-teman Ansor di semua tingkatan,” ujar Ahmad Amin Mustofa di sela rapat pleno.
Selain Ngaji Geopark, rapat pleno juga membahas agenda prioritas lainnya menjelang bulan Ramadan, yakni pendirian posko mudik. Terkait geopark, Ahmad Amin menjelaskan bahwa terdapat empat pilar penyangga utama, sebagaimana disampaikan narasumber, meliputi pendidikan, penelitian, pariwisata, dan ekonomi.
Ia menuturkan, kader GP Ansor telah tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen. Ke depan, pihaknya akan mencoba mengambil peran khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bahkan, menurutnya, sejumlah kader Ansor saat ini sudah terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah masing-masing.
Sementara itu, Manajer Operasional Kampus Geologi Luk Ulo Karangsambung sekaligus narasumber kegiatan, Istanto, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan edukasi literasi geopark kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa geopark memiliki empat aspek utama, yakni pendidikan, penelitian, geowisata, dan ekonomi.
“Pemahaman tentang apa itu geopark masih belum banyak dimiliki masyarakat. Geopark itu terkenal, tapi kurang dikenal,” ungkap Istanto.
Ia berharap GP Ansor sebagai salah satu elemen masyarakat dapat ikut menyebarluaskan literasi geopark kepada masyarakat luas, sehingga semakin banyak pihak yang memahami makna geopark dan dapat berperan aktif dalam pengembangan serta pelestariannya pasca diraihnya penghargaan UNESCO Global Geopark.
