Kebumen, Kilaskebumen.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari tiga daerah, yakni Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Purbalingga, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) secara bersamaan di Hotel Candisari, Sabtu (2/5/2026). Agenda ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi internal partai menjelang kontestasi politik mendatang.
Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, forum Muscab kali ini tidak memilih ketua secara langsung. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari potensi konflik internal sekaligus menciptakan suasana organisasi yang lebih kondusif.
Sebagai gantinya, forum menyepakati pembentukan tim formatur yang diberi mandat menyusun kepengurusan lengkap. Tim ini terdiri dari tujuh orang yang mewakili berbagai elemen penting dalam struktur partai, mulai dari tingkat PAC hingga DPP.
Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Yusuf Cahyono, menegaskan bahwa langkah konsolidasi ini menjadi kebutuhan mendesak, terutama setelah PPP belum berhasil menembus parlemen pusat pada pemilu sebelumnya.
“Kalau dilakukan sendiri-sendiri, tentu memakan waktu. Dengan muscab bersama, proses konsolidasi bisa dipercepat. Apalagi ke depan ada tantangan verifikasi faktual untuk Pemilu 2029,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim formatur diberi waktu maksimal satu minggu hingga 7 Mei 2026 untuk merumuskan susunan kepengurusan baru yang nantinya akan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) guna mendapatkan Surat Keputusan (SK).
“Formatur diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan susunan pengurus. Harapannya, kepengurusan baru bisa segera bekerja,” jelasnya.
Yusuf juga mengapresiasi pelaksanaan Muscab di Kebumen yang berlangsung kondusif tanpa konflik berarti. Menurutnya, situasi tersebut menjadi modal penting dalam membangun kekompakan partai ke depan.
“Kita ingin PPP ke depan satu komando, solid dari kabupaten hingga pusat. Setiap bulan harus ada kegiatan dan akan dievaluasi tiap enam bulan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kebumen, Wahid Mulyadi, menyebut Muscab IX ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh sekaligus penentu arah perjuangan partai ke depan. Berbagai agenda strategis, mulai dari laporan pertanggungjawaban hingga penyusunan strategi baru, dibahas dalam forum tersebut.
Ia mengaku tidak melakukan kampanye untuk kembali maju sebagai ketua. Namun demikian, namanya tetap diusulkan oleh tim formatur untuk memimpin kembali DPC PPP Kebumen.
“Saya tidak berkampanye, tapi memang ada usulan dari formatur. Semua kita serahkan ke DPP untuk keputusan akhir,” ungkapnya.
Jika kembali dipercaya, Wahid telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di 26 kecamatan se-Kabupaten Kebumen dalam waktu tiga bulan setelah SK diterbitkan.
Selain itu, pihaknya juga akan fokus pada persiapan verifikasi faktual dengan memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan.
“Target kami jelas, memperkuat basis organisasi dan memastikan semua syarat pemilu terpenuhi,” pungkasnya.
