KEBUMEN, Kilaskebumen.com – Ribuan warga memadati kawasan Pantai Laguna, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, dalam tradisi Sedekah Laut yang digelar pada Minggu (12/7/2026). Di tengah kemeriahan prosesi adat tersebut, jajaran DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kebumen turut hadir dan berbaur bersama masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Tidak sekadar menjadi penonton, sejumlah pengurus PSI bahkan ikut mengarak gunungan hasil bumi bersama warga. Anggota DPC PSI Kecamatan Mirit tampak membawa gunungan yang kemudian diperebutkan masyarakat sebagai simbol berkah dan harapan akan hasil laut yang melimpah.
Ketua DPD PSI Kebumen, Dipa Yuwono, mengatakan keikutsertaan partainya merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah menjadi identitas masyarakat pesisir selama bertahun-tahun.
“Sedekah Laut bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga mengandung nilai gotong royong, persatuan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus dijaga bersama,” ujar Dipa.
Ia menegaskan, PSI ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang menyentuh kehidupan warga, termasuk tradisi budaya yang masih lestari hingga saat ini.
Menurutnya, politik tidak cukup hanya hadir saat pesta demokrasi, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
“Kami ingin politik hadir untuk mendengar, merangkul, dan berjalan bersama masyarakat. Karena itu PSI akan terus hadir dalam berbagai kegiatan budaya sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat sekaligus memperkenalkan wajah baru PSI dengan logo gajah berkepala merah,” katanya.
Dipa menilai pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Sebab, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuannya menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat.
Ia berharap tradisi Sedekah Laut tetap diwariskan kepada generasi muda agar nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya lokal tidak tergerus perkembangan zaman.
“Tradisi seperti ini harus terus dijaga. Di dalamnya ada semangat persatuan, kepedulian sosial, hingga penghormatan kepada alam yang sangat relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini,” ujarnya.
PSI Kebumen pun memberikan apresiasi kepada masyarakat nelayan Lembupurwo yang konsisten menjaga tradisi tersebut. Dipa menyebut partainya siap mendukung dan hadir dalam berbagai agenda kebudayaan di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.
Selain menjadi tradisi tahunan masyarakat nelayan, Sedekah Laut juga terbukti menjadi magnet wisata. Ribuan pengunjung datang dari berbagai daerah di Kebumen maupun luar kota untuk menyaksikan prosesi adat, sehingga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor wisata, kuliner, dan usaha mikro.
Sementara itu, Ketua Nelayan Lembupurwo, Jumadi Effendi, mengatakan Sedekah Laut merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan setiap Bulan Suro sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol kebersamaan seluruh warga pesisir.
“Sedekah Laut adalah bentuk rasa syukur atas rezeki, keselamatan, sekaligus doa agar para nelayan selalu diberikan hasil tangkapan yang melimpah. Tradisi ini juga menjadi perekat persatuan masyarakat pesisir,” kata Jumadi.
Ia berharap tradisi Sedekah Laut tetap lestari dan semakin dikenal luas sehingga tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Kebumen.
