KEBUMEN, Kilaskebumen.com — Penampilan wayang kulit oleh dalang cilik Nararya Damar Ruci Ardiansyah menyita perhatian tamu undangan dalam acara Akhirussanah Angkatan XIV Pondok Pesantren Daaruth Thoyyibah SMPIT Logaritma Karanganyar, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Graha Hotel Grafika Gombong itu dihadiri oleh wali murid, dewan guru, serta tamu undangan lainnya dalam rangka pelepasan siswa Tahun Ajaran 2025/2026.
Nararya tampil membawakan lakon “Gatotkaca Winisuda” di hadapan para hadirin. Penampilannya berhasil memikat perhatian penonton sejak awal pertunjukan dimulai.
Suasana aula pun riuh oleh tepuk tangan saat siswa berusia 15 tahun itu memainkan tokoh wayang dan melantunkan dialog pewayangan dengan penuh percaya diri.
Lakon “Gatotkaca Winisuda” mengisahkan perjalanan Gatotkaca dalam menimba ilmu hingga diwisuda sebagai ksatria utama.
Cerita tersebut sarat akan pesan tentang perjuangan, tanggung jawab, serta pentingnya menuntut ilmu bagi generasi muda, khususnya para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kemampuan mendalang yang dimiliki Nararya menjadi bakat seni budaya yang terbilang langka di kalangan pelajar seusianya.
Nararya Damar juga tampil piawai menghidupkan karakter wayang dan membangun alur cerita sepanjang pertunjukan dengan penuh penghayatan.
Sejumlah tamu undangan tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam. Penampilan dalang cilik itu pun mendapat apresiasi dari pihak sekolah maupun para wali murid.
Kepala SMPIT Logaritma Karanganyar, Miftah Nur Azizah, S.Pd., melalui Penanggung Jawab Pondok Pesantren Putri, Mubtadiah Kurniasih, A.Ma., menyampaikan rasa syukur atas kelulusan siswa Angkatan XIV Pondok Pesantren Daaruth Thoyyibah SMPIT Logaritma Karanganyar.
Pihaknya mengatakan bahwa akhirussanah bukan sekadar seremoni pelepasan siswa, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai akidah, akhlak, dan semangat belajar kepada peserta didik sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, keberhasilan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan keimanan yang kuat. Oleh karena itu, sekolah terus mendorong siswa untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kejayaan ilmu dan kecerdasan intelektual tidak akan ada artinya tanpa diiringi akhlak yang mulia dan iman yang kuat,” pesannya.
Selain itu, siswa juga diingatkan untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah turut mengapresiasi penampilan Nararya Damar Ruci Ardiansyah yang membawakan lakon “Gatotkaca Winisuda”.
Penampilan tersebut dinilai tidak hanya menjadi hiburan dalam acara akhirussanah, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya Jawa di kalangan generasi muda.
Nararya Damar Ruci Ardiansyah lahir di Kebumen pada 18 Januari 2011 dan merupakan putra pasangan Mochamad Ardiansyah dan Ririn Purwanti.
Selain gemar membaca, Nararya juga bercita-cita menjadi dalang sekaligus pendakwah yang dapat melestarikan budaya serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui seni pewayangan. (arta)
