KEBUMEN, Kilaskebumen.com — Zaeni Miftah kembali menakhodai DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kebumen untuk periode 2026–2031. Wakil Bupati Kebumen tersebut kembali dipercaya memimpin partai berlambang bola dunia itu untuk keempat kalinya sejak 2010.
Pengukuhan pengurus sekaligus orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB Kebumen digelar di Mexolie Hotel Kebumen, Jumat (23/10/2026). Pengukuhan dilakukan Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah.
Dalam kepengurusan baru, PKB Kebumen memasang target peningkatan perolehan kursi menjadi 16 pada pemilu mendatang. Target tersebut menjadi tantangan bagi Zaeni dan jajaran pengurus untuk mempertahankan capaian politik sekaligus memperluas dukungan masyarakat.
Zaeni menegaskan, keberhasilan PKB pada pemilu sebelumnya tidak boleh membuat kader terlena. Menurutnya, konsolidasi organisasi dan penguatan semangat kader harus terus dilakukan agar partai tetap mampu bersaing.
“Betapa saya tidak boleh berpuas diri, hari ini PKB tidak boleh berpuas diri atas kemenangan yang telah diraih. Saya kira slogan ‘Asal Menang Mangkat Dewek’ tetap akan berlaku,” ujar Zaeni.
Ia menyebut, target politik ke depan harus disusun dengan mempertimbangkan perkembangan pemilih yang semakin kritis dalam menentukan pilihan. Karena itu, PKB tidak bisa hanya mengandalkan capaian masa lalu, tetapi harus hadir di tengah masyarakat.
“Pemilu ke depan tentu punya hitung-hitungan tersendiri, akurasinya juga pasti berbeda. Pemilih juga sudah semakin cerdas, sehingga partai kita harus hadir di masyarakat. Itulah kata kuncinya, keberadaan politik kehadiran,” katanya.
Dari Sembilan Kursi, Terpuruk Jadi Empat
Di hadapan kader, Zaeni mengingatkan perjalanan panjang PKB Kebumen yang tidak selalu berjalan mulus. Pada Pemilu 1999, partai tersebut meraih posisi kedua dengan sembilan kursi dan sekitar 120 ribu suara.
Namun, perolehan kursi PKB kemudian mengalami penurunan dalam pemilu-pemilu berikutnya. Puncaknya pada Pemilu 2009, ketika PKB hanya memperoleh empat kursi. Pada periode tersebut, partai juga kehilangan posisi pimpinan DPRD yang sebelumnya dipegang.
Zaeni menyebut pengalaman konflik internal pada masa lalu menjadi pelajaran penting bagi perjalanan partai. Konflik dinilai dapat merusak kekuatan organisasi sehingga kepengurusan saat ini memilih merangkul berbagai pihak dan menghindari pertentangan internal.
Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu hal yang perlu dijaga untuk membangun kembali kekuatan partai. Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan PKB hingga meraih kemenangan pada Pemilu 2024 di Kebumen.
Capaian itu kini menjadi modal sekaligus tanggung jawab bagi kepengurusan periode 2026–2031. PKB dituntut menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan soliditas organisasi tetap terpelihara.
Andalkan Modal Kultural, Target 16 Kursi Menanti
Selain konsolidasi organisasi, Zaeni menyoroti modal kultural sebagai salah satu kekuatan PKB. Ia menggambarkannya melalui filosofi kopi meneb, yakni kopi yang ampasnya mengendap setelah diaduk.
Bagi Zaeni, modal kultural tersebut merupakan keuntungan yang harus dirawat dan diterjemahkan menjadi kerja politik nyata di tengah masyarakat.
“Modal kultural ini sebagaimana kopi yang diaduk, kopi sing meneb itulah,” ujarnya saat menyampaikan pandangan kepada kader.
Ia mengingatkan bahwa karakter pemilih pada pemilu mendatang akan berbeda dibandingkan pemilu sebelumnya. Karena itu, PKB perlu memperkuat kelembagaan, menjaga kebersamaan kader, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.
Target 16 kursi yang dipasang untuk pemilu mendatang menjadi pekerjaan besar bagi kepengurusan baru. Pengalaman mengalami penurunan perolehan kursi hingga kembali memenangkan pemilu menjadi catatan perjalanan yang harus dijadikan bahan evaluasi.
Dengan kepengurusan baru di bawah Zaeni Miftah, PKB Kebumen kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan hasil Pemilu 2024 sekaligus mewujudkan target politik berikutnya.
