KEBUMEN, Kilaskebumen.com – Anggota Fraksi PKB DPR RI Dapil Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara, Taufiq R Abdullah, mengajak generasi muda mempersiapkan diri menjadi bagian dari kemajuan Indonesia. Pesan itu disampaikan Taufiq saat menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama siswa SMA Negeri 2 Kebumen, Selasa (11/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Taufiq menekankan pentingnya generasi muda memahami sejarah. Menurutnya, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan dengan kondisi bangsa saat ini dan masa depan.
“Sebuah bangsa tidak akan menjadi bangsa yang maju kalau bangsa itu tidak memahami sejarah,” ujar Taufiq.
Ia meminta para siswa tidak berhenti pada aktivitas membaca sejarah, tetapi juga mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Baik keberhasilan maupun kegagalan masa lalu, kata dia, perlu menjadi bahan refleksi untuk menentukan langkah ke depan.
Taufiq juga mendorong siswa membaca biografi tokoh-tokoh yang mereka kagumi. Dari perjalanan hidup para tokoh tersebut, siswa diharapkan dapat menemukan nilai, perjuangan, dan karakter yang bisa dijadikan teladan.
“Dari kekaguman terhadap tokoh itu mereka bisa mengumpulkan, menulis, agar mereka bisa menemukan benchmark di dalam hidup,” katanya.
Taufiq kemudian mengingatkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu negara maju di dunia. Potensi tersebut antara lain didukung kekayaan sumber daya alam, posisi geografis yang strategis, serta bonus demografi.
Namun, bonus demografi tidak otomatis menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Menurutnya, potensi jumlah penduduk usia produktif harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Tidak semua negara atau bangsa yang mendapatkan bonus demografi itu menjadi maju kalau tidak melakukan upaya-upaya ke arah kemajuan,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong pengembangan pendidikan, riset dan pengembangan atau research and development (R&D), industrialisasi, serta penciptaan lapangan kerja. Menurut Taufiq, generasi muda saat ini harus dipersiapkan agar kelak tidak hanya menikmati hasil kemajuan Indonesia, tetapi ikut menjadi penggeraknya.
Sosialisasi tersebut juga diwarnai pertanyaan siswa mengenai bagaimana cara mereka berpartisipasi dalam politik dan memahami situasi politik nasional. Taufiq menilai pertanyaan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa siswa mulai memiliki perhatian terhadap persoalan kebangsaan.
Ia menyarankan para siswa memperkuat kemampuan intelektual dengan memperbanyak membaca. Namun, kemampuan akademis saja dinilai belum cukup.
“Ranah kognisi tidak cukup, harus dilengkapi dengan ranah afeksi,” ujarnya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah aktif berorganisasi. Siswa dapat mengikuti OSIS maupun organisasi kepemudaan lainnya sesuai minat dan lingkungan masing-masing. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat melatih kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, sekaligus menjadi sarana belajar memahami dinamika sosial dan politik.
Di sisi lain, Taufiq juga mengajak siswa memahami Pancasila bukan sekadar sebagai hafalan. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, dapat menjadi fondasi moral, mental, dan spiritual dalam membangun bangsa.
Ia berharap sosialisasi Empat Pilar di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.
“Kita sedang berada dalam bonus demografi. Artinya, kita harus menyiapkan generasi muda dengan baik. Upaya kecil ini diniatkan ke sana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *