Kebumen, Kilaskebumen.com – Menjelang perayaan Imlek Tahun Kuda Api 2026, pesanan kue keranjang di Kabupaten Kebumen disebut tidak seramai tahun sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Tanto, warga Kelurahan/Kecamatan Kebumen yang telah lama memproduksi kue keranjang.

Kue keranjang menjadi salah satu hidangan khas yang kerap dibagikan saat perayaan Imlek. Seiring perkembangan zaman, kue berbahan dasar tepung ketan dan gula ini kini hadir dalam berbagai varian rasa, mulai dari original, pandan, vanili hingga coklat.

Tanto mengaku telah menggeluti usaha pembuatan kue keranjang sejak beberapa tahun lalu, meneruskan usaha orang tuanya yang telah dirintis sejak tahun 1990-an. Saat ini, ia memproduksi empat varian rasa, yakni original, vanili, coklat dan pandan.

Namun, menurutnya, pesanan kue keranjang pada momen Imlek tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Biasanya, pesanan sudah membludak jauh sebelum hari perayaan.

“Dibandingkan tahun-tahun kemarin, tahun ini menurun lumayan turun,” kata Tanto, Rabu (11/2/2026).

Dalam proses produksi, Tanto dibantu dua pekerja. Setiap harinya, ia mampu memproduksi sekitar 50 hingga 100 kilogram kue keranjang. Pada perayaan Imlek tahun lalu, total pesanan bahkan bisa mencapai lebih dari 500 kilogram.

“Tahun lalu produksi sampe 500 kilogram, tahun ini belum ada segitu,” tuturnya.

Menurutnya, penurunan pesanan terjadi karena sebagian pelanggan yang biasanya membagikan kue keranjang saat Imlek, tahun ini tidak melakukannya. Selain itu, kondisi ekonomi saat ini juga disebutnya bisa menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya permintaan.

“Mungkim faktor ekonomi, yang belakangan ini sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

Untuk harga, Tanto menjual kue keranjang per kilogram Rp38 ribu per kilogram untuk varian original. Sementara varian vanili dan pandan dijual Rp40 ribu, sedangka varian coklat Rp42 ribu per kilogram.

Meski pesanan menurun, Tanto tetap optimistis usahanya dapat terus bertahan dan menjadi bagian dari tradisi perayaan Imlek di Kebumen.

“Ya semoga tahun-tahun berikutnya bisa kembali normal, ini kan tradisi,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *