Kebumen, Kilaskebumen.com — Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep bersama Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Falah Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang dilakukan jajaran pimpinan partai bersama pengurus DPC PSI se-Jawa Tengah. Agenda ini juga menjadi momen bagi pimpinan PSI untuk bertemu langsung dengan para tokoh agama, ulama, kiai, serta para santri.
Ahmad Ali menegaskan bahwa kedatangan PSI ke pondok pesantren bukan semata-mata kegiatan politik, melainkan untuk meminta nasihat dan masukan dari para ulama terkait kondisi bangsa serta perjalanan partai ke depan.
“Ya, kami kembali bersilaturahmi. Hari ini kami bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al-Falah. Ini rangkaian Safari Ramadan yang dilaksanakan oleh Ketua Umum didampingi Ketua Harian,” kata Ahmad Ali.
Menurutnya, tradisi silaturahmi menjadi momentum penting bagi PSI untuk mempererat hubungan dengan tokoh-tokoh agama sekaligus membuka ruang dialog dengan para kiai dan santri.
“Namanya silaturahmi itu menyambung hubungan satu sama lain, saling mengenal. Tapi yang lebih penting bagi kami di PSI, setiap kedatangan kami ke pondok pesantren adalah untuk minta nasihat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PSI ingin mendengarkan langsung pandangan para ulama mengenai kondisi bangsa dan masyarakat, termasuk berbagai kritik maupun masukan terhadap partai.
“Datang minta nasihat, pandangan, masukan dari tokoh-tokoh agama, para alim ulama, para kiai, dan para santri tentang kondisi bangsa dan tentang Partai Solidaritas Indonesia,” katanya.
Masukan dari para ulama tersebut, lanjut Ahmad Ali, akan menjadi catatan penting bagi partainya untuk melakukan evaluasi dan perbaikan dalam menjalankan peran politik di tengah masyarakat.
“Sehingga apa yang kemudian menjadi keresahan masyarakat terhadap partai ini, insyaallah menjadi catatan penting bagi kami untuk memperbaiki diri. Dengan begitu langkah gerak partai ke depan bisa menjadi harapan masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” tuturnya.
Ahmad Ali juga menegaskan bahwa PSI memandang para kiai dan ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, nasihat dan doa dari mereka dinilai sangat berarti bagi arah perjuangan partai.
“PSI menyadari betul bahwa kiai dan ulama itu bukan hanya guru bagi PSI, tapi mereka adalah guru bangsa yang selalu kita dengarkan nasihatnya,” kata dia.
Ia menambahkan, sejarah perjuangan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran ulama dan pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga persatuan bangsa.
“Kalau kita belajar dari sejarah perjalanan bangsa ini, bagaimana peran kiai dan ulama ketika masa perjuangan, maka itulah yang hari ini kami lakukan, yaitu datang untuk belajar dan meminta nasihat,” ujarnya.
Melalui silaturahmi tersebut, Ahmad Ali berharap PSI mendapatkan dukungan moral serta doa dari para ulama dan santri agar partai dapat terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.
“Insyaallah dari nasihat para ulama, para kiai, dan anak-anak santri, doa mereka akan menguatkan partai ini ke depan sehingga bisa berkontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya.
