KEBUMEN, Kilaskebumen.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kebumen mulai melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 sejak 15 Juni 2026. Kegiatan yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 tersebut menyasar seluruh rumah tangga dan pelaku usaha di Kabupaten Kebumen.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Kebumen menerjunkan sebanyak 1.647 petugas lapangan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus. Pendataan ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan data ekonomi yang akurat dan terpercaya sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

Dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 terus mengalir dari berbagai kalangan. Selain mendapat dukungan dari kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen juga turut memberikan dukungan dengan mengikuti pendataan secara langsung.

Pada Sabtu (20/6/2026), tim pendata Sensus Ekonomi 2026 yang dipimpin Kepala BPS Kabupaten Kebumen, Danisworo, melakukan pendataan ke sejumlah kepala OPD. Pendataan pertama dilakukan di rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen, Wahyu Siswanti.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Siswanti menyambut baik kedatangan petugas sensus dan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan secara terbuka dan jujur. Sebagai bukti bahwa pendataan telah dilaksanakan, petugas kemudian memasang stiker Sensus Ekonomi 2026 di rumahnya.

Selanjutnya, tim melakukan pendataan di rumah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang juga Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Kabupaten Kebumen, Haryono Wahyudi. Proses pendataan berlangsung lancar dan diakhiri dengan pemasangan stiker sensus.
Pada kunjungan terakhir, tim mendatangi rumah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Kebumen, Aden Andri Susilo. Setelah sesi wawancara selesai, petugas kembali memasang stiker sebagai tanda bahwa pendataan telah dilakukan.

Aden Andri Susilo mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap pelaksanaan sensus ekonomi karena tidak berkaitan dengan penarikan pajak.

“Jangan ragu bahwa sensus ini akan berdampak ke pajak, tidak begitu. Itu yang perlu ditegaskan. Mari kita sukseskan sensus ekonomi ini,” kata Aden.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kebumen, Danisworo, menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan murni digunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan.

“Kami sampaikan juga bahwasanya tidak ada kaitannya dengan pajak, tidak ada kaitannya dengan hal lain yang kiranya nanti dikhawatirkan. Ini lebih ke arah bagaimana kita memastikan data maupun informasi yang kita kumpulkan ini riil, murni berasal dari warga masyarakat. Baik itu kondisi individu, rumah tangga, keluarga, maupun kondisi usaha yang dilakukan,” jelas Danisworo.

Menurutnya, data yang diperoleh melalui Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perekonomian Kabupaten Kebumen. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi, sektor yang perlu diprioritaskan, serta kebijakan yang perlu diambil oleh pemerintah.

BPS Kabupaten Kebumen mengajak seluruh masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar dan lengkap. Dengan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan data yang dihasilkan dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan bagi Kabupaten Kebumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *